Realisasi Investasi Kota Batu Tembus Rp2,4 Triliun, Entrepreneur Hub Finance 2026 Perkuat Akses Pembiayaan UMKM
Realisasi investasi di Kota Batu sepanjang 2025 mencapai Rp2,4 triliun atau 218 persen dari target.
BATU – Iklim investasi di Kota Batu menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari capaian realisasi investasi sepanjang 2025 yang melampaui target hingga lebih dari dua kali lipat.
Momentum tersebut semakin diperkuat dengan digelarnya kegiatan Entrepreneur Hub Finance 2026 yang mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan.
Pemerintah Kota Batu bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia menggelar kegiatan tersebut di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. Lebih dari 100 wirausaha dan pelaku UMKM terkurasi mengikuti forum ini untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah.
Wali Kota Batu, Nurochman, yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Kota Batu sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
“Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari perkembangan ekosistem usaha dan investasi di Kota Batu yang terus menunjukkan kinerja positif. Realisasi investasi di Kota Batu sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp2,4 triliun atau setara 218 persen dari target yang dipatok sebesar Rp1,2 triliun,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi serta tata kelola pembangunan daerah.
“Terima kasih atas komitmen yang kembali diberikan kepada Kota Batu sebagai kota pertama penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance. Kepercayaan ini lahir dari performa ekosistem usaha dan investasi daerah yang pada 2025 mampu merealisasikan investasi sekitar Rp2,4 triliun atau mencapai 218 persen dari target,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak ragu melapor kepada pemerintah jika menemukan kendala dalam proses pembiayaan yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
“Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target peningkatan rasio kewirausahaan nasional yang ditargetkan mencapai 3,6 persen pada tahun 2029,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.
Menurutnya, Jawa Timur, termasuk Kota Batu, memiliki potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan nasional. Selain Surabaya, Kota Batu juga menjadi daerah dengan kualitas UMKM yang sangat baik.
“Bahkan sejumlah pelaku usaha di Kota Batu sudah mendapatkan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual melalui program pemerintah. Kota Batu konsisten menjadi salah satu pionir pembangunan UMKM di Jawa Timur maupun tingkat nasional,” ujarnya.
Selanjutnya, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, mengingatkan pelaku usaha untuk lebih cermat dalam memilih produk pembiayaan dan layanan keuangan.
“Intinya, kehati-hatian penting dilakukan agar pelaku usaha tidak terjebak pada layanan keuangan yang berisiko dan justru menghambat perkembangan usaha. Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha semakin kuat dalam membuka akses pembiayaan,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



