Kesemek Glowing asal Kota Batu. Foto : Sudarmono for TIMES Indonesia

Kesemek Glowing dari Kota Batu Tembus Pasar Modern, Berpeluang Jadi Komoditas Ekspor

Berasal dari Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, buah kesemek kini hadir dengan kualitas baru setelah melalui proses budidaya dan pengolahan yang dikembangkan selama bertahun-tahun oleh seorang pemuda setempat.

TIMES Batu,Jumat 24 Juli 2026, 16:01 WIB
131
G
Galih Rakasiwi

BATUDi tengah dominasi apel dan jeruk sebagai buah khas Kota Batu, komoditas lokal lain mulai mencuri perhatian. Berasal dari Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, buah kesemek kini hadir dengan kualitas baru setelah melalui proses budidaya dan pengolahan yang dikembangkan selama bertahun-tahun oleh seorang pemuda setempat.

Sudarmono, yang akrab disapa Momon, berhasil mengubah citra kesemek yang selama ini hanya dianggap sebagai tanaman pelengkap menjadi buah bernilai ekonomi lebih tinggi. Berbekal riset selama tujuh tahun, ia menghasilkan "kesemek glowing", yakni kesemek dengan kulit lebih mengilap, rasa lebih manis, serta daya simpan lebih lama dibandingkan kesemek pada umumnya.

"Prosesnya tidak instan. Kami berkali-kali gagal sampai akhirnya menemukan cara yang tepat agar tampilannya lebih menarik dan kualitasnya meningkat. Sekarang pasar mulai menerima dengan sangat baik," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Kesemek telah lama tumbuh di kawasan Junggo yang berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Iklim sejuk di wilayah tersebut dinilai sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan tanaman dari marga Diospyros.

"Namun selama puluhan tahun, keberadaannya hanya dijadikan tanaman sela dan belum dikelola sebagai komoditas unggulan," katanya.

Melalui inovasi yang dikembangkannya, Momon menggunakan teknik khusus untuk mengurangi getah alami pada buah sehingga menghasilkan tekstur yang lebih baik dan rasa yang lebih manis. Ia mengaku memanfaatkan campuran bahan pangan dalam proses tersebut, namun tidak bersedia mengungkapkan formulanya karena merupakan hasil penelitian pribadi.

"Untuk tantangan terbesar bukan hanya membuat kesemek tampil menarik, tetapi juga memperpanjang masa simpannya," paparnya.

Jika sebelumnya buah hanya mampu bertahan beberapa hari, kini kesemek hasil produksinya dapat bertahan hingga dua pekan di daerah bersuhu dingin dan sekitar satu pekan di wilayah bercuaca panas.

Peningkatan kualitas tersebut turut mendongkrak nilai jual kesemek. Untuk kualitas premium atau grade A, harga berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Sementara itu, grade B dipasarkan dengan harga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Dalam sepekan, Momon mampu mengirim sekitar dua ton kesemek ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, dan sejumlah kota besar lainnya melalui jaringan swalayan.

"Meski permintaan terus meningkat, produksi masih menjadi tantangan. Pasalnya, jumlah petani kesemek di Junggo masih terbatas. Rata-rata setiap petani hanya memiliki satu hingga 20 pohon, dengan musim panen berlangsung pada Mei hingga Juli," ungkapnya.

Momon menilai kesemek asal Kota Batu memiliki peluang menembus pasar ekspor apabila produksi dan kualitasnya terus ditingkatkan. Karena itu, ia berharap ada pendampingan dari pemerintah untuk memperluas budidaya sekaligus membuka akses ke pasar internasional.

"Kami optimistis kesemek bisa menjadi buah unggulan baru Kota Batu. Potensinya besar, tetapi perlu dukungan agar produksinya meningkat dan mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri," tuturnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.