Satu Juta Wisatawan Diprediksi Serbu Kota Batu, Polisi Petakan Titik Keramaian
Sekitar 1 juta wisatawan diprakirakan akan memadati berbagai destinasi wisata di Kota Batu selama periode libur lebaran.
BATU – Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata mulai mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Diperkirakan sekitar 1 juta wisatawan akan memadati berbagai destinasi wisata di Kota Batu selama periode libur lebaran.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan proyeksi jumlah kunjungan tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi saat libur Natal dan tahun baru sebelumnya.
"Prediksinya kurang lebih sama seperti saat libur Natal dan tahun baru kemarin, sekitar 1,1 juta wisatawan akan datang ke Kota Batu," ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, Kota Batu masih menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan untuk menghabiskan libur panjang. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya untuk menjaga kenyamanan wisatawan.
"Terutama setelah kunjungan wisata pada 2025 sempat mengalami penurunan cukup signifikan. Sebagai bagian dari persiapan, Disparta bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral beberapa waktu lalu," imbuhnya.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek kesiapan menghadapi arus wisatawan selama libur lebaran. Dia menjelaskan, sejumlah hal yang dibahas antara lain rekayasa lalu lintas, pengamanan malam takbir, pengaturan saat pelaksanaan salat Id, hingga pengawasan di kawasan wisata.
"Untuk Dinas Pariwisata, kami fokus melakukan monitoring di destinasi wisata dan akomodasi agar siap menerima kunjungan wisatawan," katanya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menyebutkan setidaknya terdapat lima titik rawan kemacetan di Kota Batu. Lokasi tersebut meliputi perempatan Arhanud di Desa Pendem, pertigaan Karangploso, perempatan Desa Pesanggrahan, pertigaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, serta jalur Payung menuju Pujon.
"Lima titik rawan macet ini menjadi perhatian utama. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, volume kendaraan meningkat cukup signifikan, baik dari pemudik maupun wisatawan yang menuju Kota Batu," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kepolisian menyiapkan sejumlah skema rekayasa arus kendaraan. Di antaranya penerapan sistem satu arah (one way) secara situasional serta pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif ketika terjadi penumpukan kendaraan.
"Contohnya kendaraan dari arah Kota Batu menuju Jalan Ir Soekarno akan diarahkan melalui jalur alternatif tertentu. Sementara kendaraan yang menuju Kota Malang dapat dialihkan melalui jalur Oro-Oro Ombo guna mengurangi kepadatan di jalur utama," bebernya.
Selain itu, kepolisian juga akan menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk memantau kondisi lalu lintas, mengatur parkir kendaraan, hingga mengawasi pergerakan angkutan umum.
"Sejumlah pos pengamanan dan pos pantau arus mudik juga akan didirikan untuk memperkuat pengawasan selama periode lebaran," jelas dia.
Petugas juga akan melakukan pemantauan intensif terhadap volume kendaraan yang masuk ke Kota Batu, termasuk dari arah exit Tol Singosari serta beberapa simpang utama seperti simpang tiga Pendem dan jalur menuju Kecamatan Pujon.
"Kami akan memantau secara intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar arus mudik maupun kunjungan wisata selama lebaran di Kota Batu tetap lancar dan aman," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




