Panen Apel Bangkitkan Asa Ikon Kota Batu dan Kesejahteraan Petani
Panen apel Kota Batu di Kecamatan Bumiaji (FOTO: M Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

Panen Apel Bangkitkan Asa Ikon Kota Batu dan Kesejahteraan Petani

Panen raya apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menjadi momentum kebangkitan komoditas ikon Kota Batu sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan nasib petani serta merawat ikon kota.

TIMES Batu,Kamis 9 April 2026, 18:41 WIB
513
G
Galih Rakasiwi

BATUPanen raya apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menjadi momentum kebangkitan komoditas ikon Kota Batu sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan nasib petani serta merawat ikon kota.

Di tengah keterbatasan subsidi pupuk, para petani tetap menunjukkan kegigihan merawat apel agar tetap eksis dan menjadi penopang ekonomi lokal.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa eksistensi apel yang selama ini menjadi identitas Kota Batu harus terus dijaga melalui kebijakan yang berpihak pada petani, khususnya terkait subsidi pupuk. Ia menyebut, saat ini kebijakan pemerintah pusat masih belum sepenuhnya adil karena lebih berfokus pada sektor pertanian lahan basah.

"Kota Batu ini pertaniannya hortikultura, maka kebutuhannya pupuk juga harus sampai di tegal (lahan kering), bukan hanya di sawah. Kebijakan pusat harusnya tidak hanya melihat secara makro pada pertanian basah saja," tegasnya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kondisi geografis Kota Batu yang didominasi lahan kering membuat petani apel kerap kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Ditambah lagi, pembatasan subsidi hanya pada komoditas tertentu dinilai tidak menjangkau kebutuhan riil petani hortikultura di wilayah pegunungan.

"Makanya dalam waktu dekat saya berencana mengirimkan surat resmi kepada kementerian terkait. Saya juga sudah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu untuk menyusun laporan komprehensif sebagai dasar permohonan kebijakan yang lebih adil," tambahnya.

article

Tujuannya supaya pihak pemerintah pusat tahu jika di Kota Batu ini ada komoditas apel dan hortikultura lainnya yang juga butuh perhatian. 

"Kebijakan harus berdasarkan kondisi yang ada, bukan dipukul rata. Di sisi lain, para petani mengaku selama ini tetap bertahan berkat pembiayaan mandiri," terangnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Pemkot Batu tetap optimistis sektor pertanian akan kembali tumbuh. Setelah mencatat pertumbuhan sekitar 1,5 persen pada 2025, pemerintah menargetkan peningkatan pada 2026 melalui berbagai program penguatan.

"Hadirnya kita hari ini bukan sekadar seremonial panen raya, tapi upaya eksposur untuk menggelorakan semangat bahwa eksistensi apel di Kota Batu masih sangat membanggakan," urainya.

Terlebih Kota Batu mempunyai 300 hektare di Tulungrejo yang harus terus kita dukung keberlangsungannya. Sebagai solusi jangka pendek, kami juga mendorong penguatan koperasi serta pemanfaatan pupuk kompos hasil olahan mandiri sebagai alternatif bagi petani," bebernya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju 01, Suherman, mengungkapkan bahwa penghapusan subsidi pupuk untuk lahan kering sangat membebani operasional mereka.

"Kami membuktikan bahwa apel Batu masih ada. Tapi kami minta pemerintah pusat memperhatikan masalah pupuk, benar-benar subsidinya. Soalnya Batu ini bukan kawasan pertanian sawah yang dapat subsidi," keluhnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menilai kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Tak lupa yaitu mempertahankan ikon Kota Batu yaitu apel," ungkapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.