TIMES BATU, PROBOLINGGO – Hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak malam Sabtu (17/1/2026) telah memicu banjir dan menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan dan jembatan, serta merendam ratusan rumah warga di tujuh kecamatan.
Berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo, sedikitnya tiga jembatan penghubung antar desa dan dusun mengalami kerusakan berat hingga putus total, mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan darurat.
Jembatan yang mengalami kerusakan antara lain jembatan Blok Gedangan-Krajan di Desa Prasi, Kecamatan Gading dan jembatan penghubung Desa Brani Wetan dan Desa Sumbersecang di Kecamatan Maron yang roboh akibat tekanan arus air yang deras,
Serta jembatan antar dusun di Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas yang ambrol dan memutus akses ke beberapa pemukiman.
“Kerusakan pada jembatan ini menjadi tantangan besar bagi kami dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuan ke wilayah terdampak. Saat ini kami sedang menyusun rencana untuk membuat jalan alternatif sementara dan melakukan perbaikan darurat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif.
Selain infrastruktur, banjir juga menggenangi lebih dari 500 rumah warga di berbagai kecamatan. Di Kecamatan Krejengan, genangan air setinggi 50 sentimeter merendam sekitar 50 rumah di Dusun Sumber Banger Desa Opo-opo dan merendam Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Tanjungsari.
Sekitar 100 rumah lagi terdampak di Dusun Krajan dan Tempolong, dengan air yang mulai berangsur surut sejak tengah malam.
Di Kecamatan Tongas, ratusan kepala keluarga tersebar di Desa Sumendi, Dungun, Tambakrejo, dan Bayeman mengalami kesulitan akibat genangan air yang mencapai 30-60 sentimeter. Di Desa Pamatan, satu unit dapur rumah warga roboh akibat bobotan air yang tinggi, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kecamatan lain yang terdampak meliputi Dringu, di mana permukiman di Desa Kalirejo dan Dringu tergenang hingga 30 sentimeter; Besuk dengan genangan 20 sentimeter di Desa Matekan; serta Sumberasih dengan luas wilayah yang terendam di Desa Lemahkembar, Jangur, Banjarsari, dan Sumberbendo.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah terjun ke lapangan untuk melakukan evakuasi warga yang berada di zona bahaya dan mendistribusikan bantuan makanan serta air bersih. Beberapa lokasi pengungsian sementara telah disiapkan di sekolah-sekolah dan balai desa untuk menampung warga yang tidak dapat kembali ke rumahnya.
“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menangani kerusakan jembatan dan jalan raya. Masyarakat diminta untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan menghindari daerah yang masih tergenang atau berpotensi terjadi longsoran,” tambah Oemar.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tiga Jembatan Probolinggo Putus Akibat Banjir, Ribuan Warga di 7 Kecamatan Terdampak
| Pewarta | : Dicko W |
| Editor | : Ronny Wicaksono |