Ramadan Bikin Keju Mozarela Chizzu dari Dusun Brau Kota Batu Melonjak 50 Persen
Momen Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membawa berkah bagi Koperasi Margo Makmur Mandiri yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
BATU – Momen Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membawa berkah bagi Koperasi Margo Makmur Mandiri yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Permintaan keju mozzarella merek Chizzu yang menjadi produk unggulan koperasi tersebut meningkat signifikan, bahkan mencapai sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa.
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Munir, mengatakan peningkatan permintaan terjadi dari berbagai daerah di Jawa hingga Bali. Bahkan, frekuensi pengiriman produk juga harus ditambah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat selama Ramadan.
"Kami biasanya mengirim produk dua kali dalam seminggu. Namun karena permintaan meningkat, pengiriman bisa sampai tiga kali seminggu ke Bali dan sejumlah kota di Jawa seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta," kata Munir, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, tingginya permintaan keju mozzarella tidak lepas dari meningkatnya aktivitas kuliner selama Ramadan. Banyak pelaku usaha maupun masyarakat memanfaatkan keju sebagai bahan olahan makanan, mulai dari roti hingga hidangan untuk buka puasa bersama.
"Alhamdulillah saat Ramadan serapan pasar sangat tinggi. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi usaha kami," ujarnya.
Munir menambahkan, perluasan pasar produk Chizzu juga didukung oleh berbagai program promosi. Salah satunya ketika produk tersebut diikutsertakan dalam misi dagang yang difasilitasi oleh Pemkot Batu ke Bali, yang membuka peluang pasar baru bagi koperasi.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan tersebut. Dengan pasar yang semakin luas, kami optimistis permintaan akan tetap stabil bahkan meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran," katanya.
Ke depan, Koperasi Margo Makmur Mandiri juga berencana menambah lini produk baru dengan memproduksi susu pasteurisasi. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi susu segar dari para peternak lokal di wilayah Brau.
"Kami ingin terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi susu segar yang melimpah di Brau. Harapannya, pasar produk kami bisa menjangkau lebih luas hingga ke seluruh Indonesia," harapnya.
Sementara itu, Pengelola Keju Chizzu Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin Mahendra, menjelaskan proses produksi mozzarella dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat.
"Jadi hanya pekerja tertentu yang diperbolehkan masuk ke area produksi guna menjaga kualitas dan sterilitas produk," urainya.
Dalam proses pembuatannya, susu segar dari peternak lokal dipanaskan hingga suhu sekitar 30 derajat Celsius menggunakan mesin cheese vat. Setelah itu, susu ditambahkan bahan pengasam organik untuk menurunkan tingkat keasaman (pH) sehingga menghasilkan tekstur keju yang lembut dan rasa yang gurih.
"Kelebihan keju kami adalah cita rasanya lebih gurih dan segar karena menggunakan susu segar yang langsung diolah. Hal ini yang membuat produk kami banyak diminati, terutama oleh konsumen di kota-kota besar," bebernya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




