TIMES BATU, MALANG – Di era digital seperti sekarang, media sosial bukan hanya sebagai sarana komunikasi atau sekedar update berita, melainkan juga menjadi sarana untuk membentuk citra diri seseorang atau yang biasa disebut personal branding.
Tak hanya sebagai ajang pencitraan, personal branding dapat membuka banyak peluang dan kesempatan positif.
Menurut Kadafi Devayana, seorang content creator dengan akun @kadavideyana sekaligus founder Kadev Community menuturkan bahwa personal branding banyak memberikan impact positif dalam dirinya.
Dulu, ia adalah seseorang yang tidak dikenal oleh siapa-siapa, ketika sudah menerapkan personal branding, dirinya bisa mendapatkan banyak kesempatan dan peluang positif tersebut.
Saat dirinya mulai dikenal oleh banyak orang, ia sudah membuka koneksi dan relasi disana, ia dapat bekerja sama dan berkenalan dengan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Hal tersebut juga diikuti dengan peluang keberhasilan dalam pekerjaan. Karena pekerjaan Kadafi dalam bidang kreatif, ia jadi lebih mudah untuk mendapatkan klien. Karena mereka sudah pasti percaya dengan kredibilitas dirinya melalui personal branding yang ia punya.

"Jika kita tidak memiliki personal branding yang jelas, maka orang juga tidak akan percaya semudah itu dengan kita. Salah satu manfaat personal branding ya meningkatkan kepercayaan orang terhadap kita,” ujar lelaki asal Bangkalan tersebut.
Tak hanya itu, personal branding juga memberikan impact lainnya dalam kehidupan Kadafi. Ia sering dipercaya dan diundang untuk menjadi pembicara di sebuah seminar atau kelas-kelas tertentu. Terhitung hingga saat ini dirinya sudah mengisi di 250+ acara, termasuk TEDx.
Ia juga berhasil membangun Kadev Community, sebuah komunitas edukasi personal branding yang saat ini memiliki 10.000+ member dan 3.000+ student. Disana banyak orang terbantu untuk menciptakan citra dirinya di media sosial.
Di komunitas tersebut ia mengajarkan bagaimana cara membangun personal branding melalui roadmap yang ia buat berdasarkan pengalamannya, cara menentukan goals, pembelajaran teknis seperti shooting hingga editing, dan bagaimana cara memonetize melalui personal branding.
"Dengan personal branding, Kadafi banyak membantu dan memberikan impact bagi banyak orang. Banyak orang terbantu dan mereka berhasil menjadi content creator,” pungkasnya.
Seseorang juga dapat mendapatkan penghasilan melalui personal branding. Contohnya dapat bekerja sama dengan brand seperti menerima endorse atau barter, membuka jasa konsultasi, dan sebagainya.
Menurut pemuda 21 tahun tersebut, personal branding bukan hanya sebagai investasi masa depan, tetapi adalah kewajiban saat ini yang harus dibangun, terutama oleh generasi muda. Banyaknya manfaat yang datang jika memiliki personal branding itu nyata adanya.
Dalam akhir katanya, Kadafi juga mengingatkan bahwa jangan malu untuk membangun personal branding di media sosial. Malu adalah hal yang membunuh secara perlahan, karena dengan malu kita tidak dapat membuka banyak kesempatan.
“Malu itu cuma ada di kepala, dan tidak dapat membuka kesempatan bagi kita,” tutupnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bukan Hanya Investasi, Personal Branding Kini Jadi Kewajiban di Era Digital
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Ronny Wicaksono |