Rintik Rindu di Spencer Green Hotel Kota Batu yang Bikin Pengunjung Betah Berlama-lama
Di balik sebuah hotel berbintang di Kota Batu, tersimpan ruang nongkrong yang hangat, terbuka untuk siapa saja, dan jauh dari kesan eksklusif. Namanya Rintik Rindu Cafe, berada di Spencer Green Hotel Batu.
BATU – Saat matahari mulai turun di balik perbukitan Kota Batu, angin sejuk berembus pelan membawa aroma kopi yang baru diseduh. Gemericik air kolam berpadu dengan rimbunnya rumpun bambu, menciptakan suasana tenang yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota. Di sudut Spencer Green Hotel, suasana itu kini memiliki nama, Rintik Rindu Cafe.
Tak banyak yang menyangka, di balik sebuah hotel berbintang tersimpan ruang nongkrong yang hangat, terbuka untuk siapa saja, dan jauh dari kesan eksklusif Justru itulah yang ingin dihadirkan Spencer Green Hotel melalui kafe terbarunya yang resmi melakukan soft opening pada 5 Agustus 2026.
Mengusung konsep cozy, warm and aesthetic, Rintik Rindu Cafe dirancang sebagai tempat melepas penat setelah seharian beraktivitas. Pengunjung bebas memilih duduk di area bawah yang berada di samping kolam renang atau naik ke lantai atas untuk menikmati panorama hijau khas Kota Batu yang memanjakan mata.
Nama Rintik Rindu sendiri bukan dipilih tanpa alasan. Ia lahir dari gambaran sederhana tentang suasana hujan, secangkir minuman hangat, dan kerinduan akan momen-momen berkualitas bersama orang-orang terdekat.
General Manager Spencer Green Hotel, Anton Heru Samudra, mengatakan kehadiran Rintik Rindu Cafe merupakan bagian dari inovasi hotel dalam memberikan pengalaman yang berbeda kepada setiap tamu.
"Kami melihat masyarakat Batu dan Malang membutuhkan tempat nongkrong yang nyaman, estetik, namun tetap terjangkau meski berada di dalam hotel. Kami ingin setiap orang yang datang merasa seperti pulang," ujarnya.
Menurut Anton, inovasi tidak akan berhenti di sini. Spencer Green Hotel telah menyiapkan sejumlah proyek baru yang akan diluncurkan secara bertahap untuk melengkapi pengalaman para tamu.
"Ketika malam mulai turun dan lampu-lampu temaram menyala di antara rimbunnya bambu, Rintik Rindu Cafe menghadirkan suasana yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata," tegasnya.
Tempat ini bukan sekadar lokasi menikmati secangkir kopi atau sepiring nasi goreng, melainkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, berbincang lebih lama.
"Atau sekadar menikmati senja yang perlahan menghilang di balik pegunungan Kota Batu. Tentu sangat bagus," bebernya.
Kehadiran kafe tersebut berawal dari keinginan memanfaatkan area hotel yang sebelumnya belum banyak digunakan menjadi ruang yang hidup dan bisa dinikmati masyarakat.
"Awalnya kami ingin memberikan nilai lebih bagi tamu hotel. Area ini sebelumnya belum tersentuh, lalu kami percantik menjadi Rintik Rindu Cafe agar tamu maupun masyarakat sekitar memiliki pilihan tempat nongkrong yang nyaman," ujarnya.
Berbeda dengan anggapan umum bahwa kafe di hotel identik dengan harga mahal, Spencer Green Hotel justru ingin menghapus stigma tersebut. Menurut Agustinus, seluruh menu disusun dengan kualitas khas hotel, tetapi tetap ramah di kantong.
"Masih banyak yang berpikir makan di hotel pasti mahal. Padahal kami ingin menunjukkan kualitas makanan hotel bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau. Jadi siapa pun bisa datang tanpa khawatir soal harga," katanya.
Food and Beverage Manager Spencer Green Hotel, Agustinus Tandayu, mengatakan strategi itu diwujudkan melalui beragam pilihan menu, mulai dari camilan ringan, dimsum, aneka kopi, minuman non-kopi, smoothies, milkshake hingga hidangan utama dengan harga yang bersahabat.
"Dari seluruh menu yang tersedia, Rintik Rindu Signature Coffee menjadi sajian yang paling merepresentasikan identitas kafe. Racikan kopi khas itu dibuat untuk menghadirkan rasa yang ringan namun berkarakter," bebernya.
Sementara di kategori makanan, Nasi Goreng Spencer menjadi menu favorit setelah berkali-kali mendapatkan ulasan positif dari tamu hotel.
"Signature coffee menjadi andalan kami. Untuk makanan, nasi goreng kami juga mendapat banyak review positif sehingga ingin terus kami tonjolkan," urainya.
Tak hanya menyuguhkan kuliner, Spencer Green Hotel juga ingin menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap. Setiap Sabtu malam, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik akustik yang membalut suasana dengan nuansa santai.
"Ke depan, hotel juga berencana menambah jadwal live music pada hari Rabu dengan melibatkan musisi dan band lokal asal Batu maupun Malang," ungkapnya.
Pihaknya ingin tempat ini menjadi ruang berkumpul yang nyaman. Live music kami hadirkan agar suasananya semakin hangat, sekaligus memberi kesempatan bagi musisi lokal untuk tampil.
"Nah, bagi tamu yang menginap, Spencer Green Hotel juga menyiapkan kejutan berupa voucher kopi atau teh gratis yang dapat ditukarkan di Rintik Rindu Cafe, khususnya bagi tamu yang melakukan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

