Paling Ramai di Kota Batu, Pasar Takjil Arjuno Bikin Orang Rela Datang Jauh demi Menu Berbuka
Suasana Pasar Takjil Jalan Arjuno, Kota Batu, menjelang buka puasa dipadati ratusan warga yang berburu jajanan tradisional hingga kuliner kekinian sepanjang ruas jalan.
BATU – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Pasar Takjil Jalan Arjuno, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, berubah menjadi lautan pembeli. Ratusan warga memadati kawasan kuliner tersebut untuk berburu aneka makanan berbuka puasa yang menggugah selera.
Pasar takjil yang hanya hadir selama bulan Ramadan itu dikenal sebagai salah satu pusat jajanan paling ramai di Kota Batu. Beragam pilihan menu tersedia, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang sedang digemari anak muda. Nampak di sana ada puluhan stan pedagang memenuhi sepanjang jalan dengan menawarkan aneka hidangan.
Mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga makanan berat seperti nasi bakar, olahan jeroan, dan berbagai menu lainnya. Tak hanya kuliner lokal, beberapa pedagang juga menjajakan makanan khas Korea yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Keramaian semakin terasa menjelang waktu berbuka. Interaksi antara pedagang dan pembeli menciptakan suasana khas Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Salah satu pengunjung, Gisela, mengaku sengaja datang dari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, untuk berburu takjil di lokasi tersebut.
"Saya sengaja datang ke sini karena katanya pilihan takjilnya lengkap. Ternyata benar, banyak sekali makanan yang bisa dipilih untuk menu berbuka," ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Hal serupa disampaikan Dafa, seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Ia rela menempuh perjalanan cukup jauh bersama teman-temannya demi merasakan langsung suasana pasar takjil yang ramai tersebut.
"Saya sering lihat di media sosial kalau pasar takjil di sini ramai dan menunya lengkap. Jadi penasaran dan akhirnya datang ke sini bareng teman-teman. Meski tadi sempat hujan, tetap nekat datang," katanya.
Di tempat yang sama, salah satu Nasi Babat, Adi mengaku dirinya bersama pedagang lain sangat bersyukur dengan ramainya kunjungan para pembeli. Dalam sehari berjualan dirinya bisa mendapat omzet kotor sekitar Rp 5-1 juta rupiah.
"Ya Alhamdulillah ramai, kalau hujan kayak gini paling dapatnya sekitar lima ratus ribu. Kalau cuaca mendukung ya bisa sampai satu juta. Semoga ramainya bertahan sampai menjelang lebaran nanti," harapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



