Ngabuburit dan Belajar Sejarah, Cara HPI Kota Batu Rayakan Hari Pemandu Wisata Internasional
Menunggu waktu berbuka puasa tak lagi sekadar berburu takjil. Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kota Batu menghadirkan konsep berbeda.
BATU – Menunggu waktu berbuka puasa tak lagi sekadar berburu takjil. Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kota Batu menghadirkan konsep berbeda.
Cara unik itu diwujudkan melalui 'Batu Heritage Walking Tour' dalam rangka memperingati International Tourist Guide Day (ITGD) 2026, yang jatuh setiap 21 Februari.
Mengusung tajuk 'Ngabuburit Heritage', kegiatan ini memadukan tur sejarah dengan tradisi menanti azan magrib.
Peserta diajak menyusuri kawasan sekitar Alun-Alun Kota Batu untuk menelusuri jejak bangunan era kolonial yang masih berdiri dan memiliki nilai historis.
Ketua DPC HPI Kota Batu, Asep Abianto, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar jalan santai, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali narasi sejarah kota wisata tersebut.
“Di sekitar Alun-Alun Kota Batu banyak bangunan bersejarah yang sebenarnya bisa kita ceritakan kepada wisatawan. Tidak perlu jauh-jauh. Sambil menunggu waktu berbuka, kita belajar sejarah kota sendiri,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurut Asep, para pemandu wisata profesional yang terlibat tidak hanya melakukan observasi fisik terhadap bangunan peninggalan Belanda, tetapi juga mendorong peserta untuk mendokumentasikan dan membagikan kisahnya melalui media sosial.
"Konsep ngonten bareng ini diharapkan mampu menjangkau generasi muda agar lebih peduli terhadap pelestarian warisan budaya," imbuhnya.
Kegiatan dibagi dalam dua pilihan rute, yakni Rute Kota Pendek dan Rute Kota Panjang. Pelaksanaannya berlangsung selama tiga akhir pekan berturut-turut.
Pada pekan pertama 21-22 Februari 2026 digelar Rute Kota Panjang. Pekan kedua yaitu 28 Februari sampai 1 Maret 2026 serta pekan ketiga 7-8 Maret 2026 menghadirkan kedua rute tersebut.
"Selama tur, peserta akan berjalan beberapa kilometer dengan pendampingan pemandu bersertifikat yang menyampaikan narasi sejarah secara interaktif. Dengan konsep tersebut, ngabuburit tidak hanya menjadi aktivitas sosial, tetapi juga ruang edukasi publik," tegasnya.
Dalam giat tersebut, DPC HPI Kota Batu mengundang masyarakat, khususnya pecinta tur jalan kaki yang dijuluki 'Sobat Walkerage', untuk ikut ambil bagian.
"Intinya, di tengah pesatnya pembangunan Kota Batu sebagai destinasi wisata modern, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga dan merawat bangunan bersejarah," katanya lagi.
Perlu diketahui, informasi pendaftaran dan jadwal lengkap dapat diakses melalui kanal resmi DPC HPI Kota Batu atau dengan langsung hadir di titik kumpul kawasan Alun-Alun Kota Batu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



