Di Balik Ramainya Ramadan, Gepeng Kembali Bermunculan di Kota Batu
TIMES Batu/Alun-alun Batu jadi tempat favorit para gelandangan dan gepeng  (FOTO: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

Di Balik Ramainya Ramadan, Gepeng Kembali Bermunculan di Kota Batu

Fenomena meningkatnya gelandangan dan pengemis (gepeng) selama Ramadan kembali terlihat di sejumlah titik keramaian Kota Batu.

TIMES Batu,Rabu 25 Februari 2026, 12:26 WIB
1.4K
G
Galih Rakasiwi

TIMESINDONESIAFenomena meningkatnya gelandangan dan pengemis (gepeng) selama Ramadan kembali terlihat di sejumlah titik keramaian Kota Batu. Seperti di Alun-alun Batu, persimpangan jalan, dan lainnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu, meski belum ada langkah antisipasi khusus selain patroli rutin melalui operasi simpatik harian.

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Kota Batu, Hartono, mengatakan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), termasuk gepeng dan orang terlantar, tetap dilakukan berdasarkan temuan kasus di lapangan.

“Tidak ada antisipasi khusus. Operasi simpatik tetap kami lakukan setiap hari dengan piket keliling di tempat-tempat keramaian. Untuk ketelantaran, itu tidak bisa diantisipasi karena sifatnya per kasus,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, setiap gepeng atau orang terlantar yang terjaring operasi akan melalui proses asesmen dan identifikasi oleh petugas. Langkah ini untuk memastikan latar belakang serta kebutuhan penanganan yang tepat.

Jika keluarga berhasil ditemukan, Dinsos akan memfasilitasi pemulangan atau reunifikasi. Proses tersebut bisa menggunakan mobil Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya bagi penyandang kebutuhan khusus, atau melalui UPT Terminal dengan surat keterangan pemulangan resmi.

“Kalau keluarganya ditemukan, kami lakukan reunifikasi atau pemulangan. Namun apabila keluarga tidak terlacak, yang bersangkutan akan didata dan dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk penelusuran identitas," bebernya. 

Selama proses itu, mereka ditempatkan di shelter sementara sebelum dirujuk ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) sesuai kebutuhan.

"Kami memastikan operasi simpatik tetap digelar setiap hari selama Ramadan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi mereka yang terjaring," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.