Pemkot Batu Siapkan Lahan 3 Hektare untuk Smart Integrated Farming
TIMES Batu/Lahan pertanian di Kota Batu (ilustrasi). (Foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

Pemkot Batu Siapkan Lahan 3 Hektare untuk Smart Integrated Farming

Pemkot Batu mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan Smart Integrated Farming sebagai langkah memperkuat sektor pertanian terpadu sekaligus mendukung program prioritas daerah.

TIMES Batu,Selasa 10 Maret 2026, 15:53 WIB
8
G
Galih Rakasiwi

BATUPemkot Batu mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan Smart Integrated Farming sebagai langkah memperkuat sektor pertanian terpadu sekaligus mendukung program prioritas daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto yang tertuang dalam Program Strategis Daerah melalui konsep Mbatu Sae.

Menurutnya, pengembangan kawasan pertanian terpadu ini akan difokuskan dalam kurun waktu 2026 hingga 2029. Lokasinya direncanakan berdiri di atas lahan milik Pemkot Batu seluas sekitar tiga hektare di wilayah Desa Bulukerto.

"Program ini kami siapkan untuk mendukung visi dan misi kepala daerah yang masuk dalam program prioritas. Lokasinya direncanakan di lahan milik Pemkot di Bulukerto dengan luas kurang lebih tiga hektare," ujar Hendry, Selasa (10/3/2026).

Saat ini Distan KP tengah menyusun grand design kawasan Smart Integrated Farming tersebut. Tahap perencanaan ini akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur pendukung.

"Grand design sedang kami siapkan pada 2026 ini. Nantinya ada kolaborasi dengan beberapa perangkat daerah karena infrastruktur seperti akses jalan, penerangan, hingga pembangunan TPS 3R juga perlu disiapkan di kawasan itu," jelasnya.

Dalam pengembangannya, Distan KP akan lebih menitikberatkan pada aspek teknis pengelolaan kawasan pertanian terpadu. Sejumlah fasilitas yang direncanakan dibangun antara lain screen house, kandang ternak, hingga lahan demonstrasi untuk berbagai subsektor pertanian.

"Karena konsepnya integrated farming, nantinya dalam satu kawasan akan ada kegiatan pertanian, peternakan, hingga perikanan yang saling terhubung dalam satu ekosistem. Kami fokus pada penyediaan sarana teknis seperti screen house, kandang ternak, serta lahan percontohan," katanya.

Selain itu, berbagai sarana dan prasarana pendukung juga akan disiapkan secara bertahap untuk menunjang operasional kawasan tersebut. Terkait kebutuhan anggaran, Hendry menyebut perhitungan detail masih dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan grand design pada tahun ini.

"Untuk kebutuhan anggaran masih kami hitung bersamaan dengan penyusunan grand design pada 2026. Rencananya pembangunan fisik mulai dilakukan pada 2027 dan ditargetkan berjalan bertahap hingga 2028," ujarnya.

Pemkot Batu menargetkan pada 2029 kawasan Smart Integrated Farming tersebut sudah dapat beroperasi penuh dan menjadi model pengembangan pertanian terpadu di daerah.

"Harapannya pada 2029 program ini sudah berjalan dan bisa menjadi percontohan pengembangan pertanian terpadu di Kota Batu," pungkas Hendry. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.