Tak Perlu Nonton Sendiri, Pemkot Batu Siapkan Nobar Piala Dunia 2026
Langkah untuk menghadirkan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sebagai ruang hiburan bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal mulai disiapkan oleh Pemkot Batu.
BATU – Langkah untuk menghadirkan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sebagai ruang hiburan bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal mulai disiapkan oleh Pemkot Batu.
Rencana tersebut muncul sebagai tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat yang meminta daerah memfasilitasi masyarakat menikmati ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Rencana itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026.
Dalam surat tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah agar memfasilitasi kegiatan nobar Piala Dunia sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing wilayah.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, Pemkot Batu telah menyiapkan Graha Pancasila di Balai Kota Among Tani sebagai lokasi pelaksanaan nobar.
Namun, kegiatan itu tidak akan digelar untuk seluruh pertandingan, melainkan pada laga-laga tertentu yang dinilai memiliki antusiasme tinggi.
"Rencananya kita siapkan di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. Tetapi tidak setiap pertandingan, kemungkinan pada momen-momen penting seperti perempat final, semifinal, atau final," katanya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan nobar diharapkan dapat menjadi sarana berkumpulnya masyarakat untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama dalam suasana yang aman dan nyaman.
"Selain itu, kegiatan tersebut juga berpotensi menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara," bebernya.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah diminta menyediakan ruang publik atau lokasi strategis yang memungkinkan masyarakat menyaksikan pertandingan secara kolektif.
"Dari edaran itu, kami selaku perangkat daerah tentu harus mendukung kebijakan pusat dengan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan area kegiatan, hingga kebutuhan teknis lainnya," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Tak hanya berorientasi pada hiburan, penyelenggaraan nobar juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Pemerintah daerah didorong melibatkan pelaku UMKM, dunia usaha, BUMD, hingga komunitas kepemudaan agar tercipta pergerakan ekonomi yang lebih luas selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

