SPPG MBG di Kota Batu Diminta Prioritaskan Produk Lokal, Menu Ramadan Disesuaikan
TIMES Batu/Petugas SPPG saat menata menu kering. (Foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

SPPG MBG di Kota Batu Diminta Prioritaskan Produk Lokal, Menu Ramadan Disesuaikan

Dinas Pendidikan Kota Batu meminta SPPG Program MBG memprioritaskan produk pertanian dan peternakan lokal. Selama Ramadan, menu disesuaikan menjadi paket kering tanpa mengubah nilai per porsi.

TIMES Batu,Selasa 24 Februari 2026, 16:10 WIB
782
G
Galih Rakasiwi

BATUSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta memprioritaskan penyerapan komoditas pertanian dan peternakan lokal. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, Selasa (24/2/2026).

Menurut Alfi, sebagai kota agropolitan, Kota Batu memiliki kapasitas memadai untuk menjadi pemasok utama bahan baku MBG, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, telur, hingga produk peternakan lainnya.

“Kami ingin program nasional MBG ini memberikan manfaat ganda. Anak-anak memperoleh asupan gizi berkualitas, sementara petani dan peternak lokal juga merasakan dampak ekonominya,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema tersebut bukan hanya soal pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga bagian dari penguatan ekosistem ekonomi daerah. Dengan melibatkan produk lokal dalam rantai pasok MBG, perputaran ekonomi diyakini semakin optimal dari tingkat desa hingga kecamatan.

Dinas Pendidikan, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pengelola dapur SPPG agar komitmen penyerapan produk lokal dijalankan secara konsisten, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan sebagai tulang punggung ekonomi Kota Batu.

Instruksi tersebut langsung direspons pengelola SPPG. Salah satunya SPPG Syair Beji di Kecamatan Junrejo yang melakukan penyesuaian menu MBG selama Ramadan.

Kepala SPPG Syair Beji, Achmad Jalaludin, menjelaskan perubahan menu dilakukan mengikuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Jika sebelumnya makanan disajikan dalam bentuk basah, selama Ramadan diganti menjadi paket menu kering.

Paket tersebut antara lain berisi roti, telur, buah, abon, tempe krispi, dan variasi lainnya. Pengemasan dilakukan secara higienis menggunakan kotak mika yang dimasukkan ke dalam tote bag untuk masing-masing siswa. Porsi juga dibedakan antara siswa SD dan siswa SMP maupun SMA.

Selain menu, jam kerja petugas dapur turut disesuaikan. Jika sebelumnya persiapan dimulai pukul 18.00 hingga menjelang subuh, selama Ramadan digeser mulai pukul 24.00.

Achmad menegaskan nilai per porsi tetap tidak berubah, yakni Rp8.000 untuk siswa SD dan Rp10.000 bagi siswa SMP maupun SMA.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.