Ayam Laos Reborn Punten, Warung Sederhana dengan Rasa Istimewa
Di Jalan Melati RT 1 RW 5, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terdapat sebuah warung sederhana yang menjadi favorit pecinta kuliner pedas. Ayam Laos Reborn Punten menawarkan sajian ayam laos goreng dengan cita rasa rempah yang kuat dan mengg
BATU – Di Jalan Melati RT 1 RW 5, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terdapat sebuah warung sederhana yang menjadi favorit pecinta kuliner pedas. Ayam Laos Reborn Punten menawarkan sajian ayam laos goreng dengan cita rasa rempah yang kuat dan menggugah selera.
Meski tidak memiliki tempat yang mewah, warung ini selalu ramai pembeli. Rahasianya terletak pada racikan bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam daging ayamnya.
Proses penggorengan yang dilakukan langsung di tungku panas membuat aroma dan rasa semakin khas.
Setiap porsi dijual dengan harga terjangkau, mulai Rp10 ribu. Pembeli dapat menikmati hidangan langsung di lokasi dengan nasi hangat yang baru matang. Perpaduan lauk yang gurih dengan nasi panas memberikan sensasi makan yang sederhana namun memuaskan.

Menu yang tersedia cukup beragam, mulai kepala ayam, leher, sayap, ceker, usus, hingga rempelo ati. Dari berbagai pilihan tersebut, kepala ayam dan usus menjadi menu yang paling diminati pelanggan.
Rasa pedas yang berpadu dengan gurihnya bumbu rempah menjadi daya tarik utama. Tak heran jika sebagian besar pembeli memilih membawa pulang pesanan untuk disantap bersama keluarga di rumah.
Salah satu pelanggan, Yuli, mengaku sering membeli ayam laos di warung tersebut sebagai lauk makan keluarga.
"Saya sering beli untuk lauk di rumah. Cukup dua porsi sudah bisa dimakan bersama keluarga yang berjumlah lima orang. Tinggal siapkan nasi saja di rumah sudah enak. Anak saya paling suka usus karena pedas dan nikmat," ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Senada Wempy warga Surabaya sengaja selalu beli ayam laos ketika ke Kota Batu. Dulu waktu SMA dirinya sering diajak teman-temannya beli.
"Saya asli Madiun, terus pindah ke Kota Batu saat SMA. Sekarang jadi warga Surabaya, nah setiap ke Kota Batu menjenguk nenek saya selalu menyempatkan ke sini bersama istri. Yang bikin kangen itu pedas dan membuat badan hangat, mungkin karena rempah-rempahnya," tuturnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

