Mulai Rp15 Ribu, Sensasi Belajar Budidaya Jamur di Kota Batu Sembari Wisata
Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu resmi menghadirkan wahana baru bertajuk Mikutopia Mushroom Edu Experience, sebuah konsep wisata edukasi budidaya jamur yang melibatkan warga sekitar sebagai penggerak utama.
BATU – BATU - Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu resmi menghadirkan wahana baru bertajuk Mikutopia Mushroom Edu Experience, sebuah konsep wisata edukasi budidaya jamur yang melibatkan warga sekitar sebagai penggerak utama.
Program tersebut menjadi terobosan baru karena memadukan rekreasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Wahana tersebut dikembangkan melalui kolaborasi bersama Sahabat Mikutopia, kelompok warga lingkungan sekitar yang dilibatkan langsung dalam pengembangan kawasan wisata.
Kehadiran program ini diharapkan memperkuat citra Mikutopia sebagai destinasi keluarga berbasis edukasi dan komunitas. Untuk tiket yang disedikan mulai Rp 15 hingga Rp 50 ribu.
Koordinator Sahabat Mikutopia, Achmad Arthur J Tampi, menyebut kolaborasi tersebut menjadi langkah positif karena masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan sektor wisata.
“Harapan kami, wisata ini bukan hanya ramai pengunjung, tetapi juga memberi dampak nyata bagi warga sekitar. Anak-anak belajar, wisatawan senang, masyarakat pun ikut berkembang,” ujarnya, Senin (20/4/0206).
Dengan konsep wisata pengalaman yang unik dan edukatif, wahana jamur ini diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik baru di Kota Batu di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis pembelajaran.
"Jadi nanti para pengunjung akan dikenalkan pada berbagai jenis jamur konsumsi seperti jamur tiram dan jamur kuping. Peserta juga mendapat edukasi mengenai manfaat jamur bagi kesehatan, peluang usaha budidaya, serta kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan," bebernya.
Rambing sapaan akrabnya menegaskan, tak hanya teori, wisatawan diajak melihat langsung proses budidaya jamur menggunakan media tanam baglog. Untuk paket tertentu, pengunjung juga dapat mencoba praktik sederhana menanam atau menangani jamur secara langsung dengan pendampingan tim edukator.
"Bagi peserta usia dini, kegiatan dibuat lebih menarik melalui pendekatan kreatif seperti mewarnai gambar jamur, mengenal bentuk dan warna, hingga lembar kerja siswa agar proses belajar terasa menyenangkan," tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang berdurasi 30 hingga 60 menit sehingga cocok untuk kunjungan sekolah, komunitas, maupun keluarga yang ingin berwisata sambil belajar.
"Program ini tentu mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Anggota Sahabat Mikutopia dilibatkan dalam pengelolaan kegiatan, penyediaan sarana edukasi, hingga pengembangan produk pendukung yang dipasarkan kepada pengunjung," paparnya.
Sementara itu, Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting agar sektor pariwisata memberi manfaat luas bagi lingkungan sekitar.
"Program ini kami bangun bersama Sahabat Mikutopia yang merupakan warga sekitar. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut tumbuh bersama berkembangnya destinasi wisata ini," tuturnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

