Mikutopia Diserbu Wisatawan, Warga Tulungrejo Kota Batu Ketiban Berkah
Sejak masa uji coba pertengahan Maret 2026, geliat ekonomi di Dusun Gerdu mulai terasa, bahkan sejumlah pelaku usaha mengaku omzet mereka melonjak drastis hingga ratusan persen.
BATU – Kehadiran destinasi wisata baru, Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tak hanya menyedot perhatian wisatawan, tetapi juga membawa dampak ekonomi signifikan bagi warga setempat.
Sejak masa uji coba pertengahan Maret 2026, geliat ekonomi di Dusun Gerdu mulai terasa, bahkan sejumlah pelaku usaha mengaku omzet mereka melonjak drastis hingga ratusan persen.
Seperti yang disampaikan Vega Agusnia, pedagang setempat yang merasakan peningkatan penjualan meski tidak selalu stabil. Ia menyebut lonjakan omzet mencapai sekitar 50 persen sejak Mikutopia dibuka.
"Pengunjung tidak tentu, kadang beli kadang tidak. Tapi penjualan tetap meningkat, ya dijalani saja," katanya, Minggu (29/3/2026).
Vega menjual beragam kebutuhan mulai dari minuman, rokok, sayur, buah, hingga oleh-oleh seperti keripik dan makanan berat.
"Warga menilai keberadaan wisata baru ini memberi peluang tambahan bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi seperti saya. Semoga selalu ramai," ungkapnya.
Sementara Narulita, warga lainnya, mengaku peningkatan penjualan di tokonya bahkan hampir menyentuh 200 persen. Ia menyebut kombinasi antara aktivitas proyek pembangunan dan wisata menjadi faktor utama.
"Kalau pas proyek mungkin 100 persen, tapi kalau wisata bisa sampai 200 persen. Sekarang hampir tiap hari ramai,” ujarnya.
Menurutnya, jenis dagangan yang laku juga dipengaruhi cuaca. "Kalau dingin orang cari minuman hangat, kalau panas ya minuman dingin seperti es krim. Perbandingannya sekitar 30 persen," jelasnya.
Narulita pun mengaku pribadi senang dengan kehadiran Mikutopia, meski masih dalam tahap uji coba. Ia berharap ke depan pengelolaan dan promosi bisa semakin ditingkatkan.
"Harapannya bisa terus berkembang, apalagi ini masih tahap awal," katanya.
Namun berbeda dengan ungkapan Sukadi, pelaku usaha wisata petik apel Agro Rakyat Tulungrejo. Pria paruh baya itu menerangkan dengan adanya Mikutopia membuat tren kunjungan wisata bergeser.
"Wisata petik apel yang saya kelola bersama rekan-rekan menurun. Jika sebelumnya wisatawan kerap datang dalam jumlah besar, kini justru menurun. Biasanya 10-20 bus sekarang hanya 6 bus. Mungkin karena macet dan mereka tertarik mengunjungi Mikutopia," jelasnya.
Sukadi berharap kedepan ada wisata terintegrasi dari Mikutopia untuk ikut memasarkan wisata petik apel yang menjadi andalan kawasan tersebut.
Ia menyebut, dengan harga terjangkau Rp25 ribu untuk makan sepuasnya di lokasi, wisata ini dinilai mampu menarik minat pengunjung.
"Semoga nanti ada sinergi dengan kami untuk meramaikan kunjungan. Kalau mau dibawa pulang tinggal ditimbang, kisaran Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, tergantung harga pasar," tambahnya.
Diketahui, Mikutopia mengusung konsep unik bertema dunia jamur yang terinspirasi dari taman hiburan bergaya internasional.
Desain warna-warni dan beragam wahana menjadikannya daya tarik baru di Kota Batu, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

