Bukti Komitmen Pelestarian Satwa, Bekantan Kembali Lahir di Batu Secret Zoo
Bayi bekantan lahir di Batu Secret Zoo Jawa Timur Park 2. Kelahiran ke-8 ini menjadi bukti keberhasilan program konservasi satwa endemik Indonesia.
BATU – Seekor bayi bekantan kembali lahir di Batu Secret Zoo Jawa Timur Park 2. Kelahiran ini menjadi momen istimewa sekaligus menandai keberhasilan kelahiran ke-8 satwa bekantan di wisata naungan Jatim Park Grup itu
Agus Mulyanto, General Manager Jawa Timur Park 2 menyampaikan bayi Bekantan tersebut lahir pada 30 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Primata Indonesia. Kelahiran ini, menurutnya menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung pelestarian satwa Indonesia.
“Keberhasilan kelahiran bayi bekantan yang ke-8 ini merupakan hasil dari upaya perawatan dan konservasi yang konsisten," katanya, Kamis (16/4/2026).
Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Indonesia yang berasal dari Kalimantan dan dikenal luas dengan ciri khas hidung besarnya.
Kehadiran bayi bekantan ini, kata Agus tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi pengunjung, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan.
"Kami berharap kehadiran satwa ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, akan pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia, sekaligus menjadikan Batu Secret Zoo sebagai destinasi liburan yang edukatif dan berkesan,” ujarnya.
Exhibit bekantan di Jawa Timur Park 2 dikenal sebagai salah satu yang paling unik dan komprehensif. Dirancang menyerupai habitat aslinya, area ini dilengkapi dengan ekosistem lengkap mulai dari pepohonan, daratan, pulau kecil, hingga perairan dengan ikan-ikan yang hidup di dalamnya.
"Keunggulan lainnya adalah konsep three top view, dimana pengunjung dapat melihat aktivitas bekantan dari tiga perspektif berbeda, yaitu dari area atas, area daratan, serta area bawah air melalui aquarium," sebut Agus.
Tidak hanya itu, lanjut Agus, Exhibit Bekantan yang diresmikan pada tahun 2021 lalu ini memiliki konsep arsitektur yang mengadopsi nuansa rumah adat Kalimantan yang dipadukan dengan
informasi edukatif mengenai budaya lokal serta karakteristik bekantan. Hal ini menjadikan kunjungan tidak sekadar rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.
"Melalui berbagai inovasi wahana dan program konservasi, Jawa Timur Park Group terus berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengunjung, terutama dalam momen liburan sekolah yang menjadi waktu ideal untuk berwisata sekaligus belajar bersama keluarga," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

