Fantastis, 91 Ribu Wisatawan Serbu Kota Batu di Libur Panjang Lebaran
Wisatawan memadati salah satu obyek wisata di Kota Batu  (FOTO: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

Fantastis, 91 Ribu Wisatawan Serbu Kota Batu di Libur Panjang Lebaran

Hingga Rabu (25/3/2026), total kunjungan mencapai 91.307 orang, dipicu rangkaian cuti bersama Hari Raya Nyepi dan libur sekolah.

TIMES Batu,Sabtu 28 Maret 2026, 18:29 WIB
387
G
Galih Rakasiwi

BATULonjakan wisatawan ke Kota Batu selama libur panjang Lebaran 2026 mencatat angka signifikan.

Hingga Rabu (25/3/2026), total kunjungan mencapai 91.307 orang, dipicu rangkaian cuti bersama Hari Raya Nyepi dan libur sekolah.

Menariknya, puncak kunjungan justru terjadi lebih awal, tepatnya pada 18 Maret 2026, dengan jumlah wisatawan mencapai 14.542 orang. Kondisi ini berbeda dari pola sebelumnya yang biasanya memuncak saat atau setelah Idul Fitri.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa perubahan pola ini dipengaruhi momentum libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat sebelum hari raya utama.

"Cuti bersama Nyepi menjadi pemicu awal lonjakan. Masyarakat memanfaatkan jeda waktu sebelum hari raya utama, sehingga puncak kunjungan terjadi lebih cepat dari biasanya," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, pergerakan wisatawan tahun ini tidak berlangsung secara stabil. Kunjungan ke destinasi wisata sempat meningkat sejak 17 Maret, kemudian melandai saat perayaan Nyepi dan Idul Fitri karena masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah.

"Pada momen hari besar keagamaan, aktivitas wisata luar ruangan cenderung menurun. Namun setelah itu, kunjungan kembali pulih dengan cepat," tambahnya.

Hal tersebut terlihat pada 22 Maret, ketika jumlah wisatawan kembali melonjak mendekati 10 ribu orang. Tren ini menunjukkan wisatawan tetap melanjutkan agenda liburan usai merampungkan rangkaian ibadah.

Sementara itu, sektor akomodasi menunjukkan tren berbeda. Tingkat hunian tetap stabil bahkan saat hari besar berlangsung, dengan okupansi tercatat di atas dua ribu unit saat Nyepi maupun Idul Fitri.

"Itu menandakan wisatawan dari luar daerah tetap memilih tinggal di Batu, meskipun aktivitas wisata sedikit berkurang karena menghormati perayaan keagamaan," jelas Onny.

Selain itu, perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri pada 20 dan 21 Maret turut memengaruhi ritme kunjungan. Saat sebagian masyarakat mulai fokus pada silaturahmi, angka kunjungan sempat turun sebelum kembali meningkat pasca-lebaran.

Onny menilai dinamika ini menjadi catatan penting bagi strategi pengembangan pariwisata ke depan. Ia menegaskan bahwa pendekatan tidak bisa lagi hanya bergantung pada satu momentum libur besar.

"Pola tahun ini menunjukkan bahwa kombinasi libur nasional dan perilaku sosial masyarakat sangat menentukan arus wisata. Ini harus menjadi dasar dalam merancang strategi pariwisata ke depan," tegasnya.

Dari total kunjungan tersebut, sektor destinasi wisata masih menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 76 ribu wisatawan, sementara sektor akomodasi menyumbang sekitar 15 ribu. 

"Pemkot Batu optimistis angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses rekapitulasi data yang belum sepenuhnya rampung," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.