Seleksi Direksi PT BWR Gagal, Pemkot Batu Siapkan Rekrutmen Ulang
Seleksi direksi PT Batu Wisata Resource gagal karena tidak ada pelamar yang memenuhi syarat. Pemkot Batu menyiapkan rekrutmen ulang dalam waktu dekat.
BATU – Upaya menghidupkan kembali PT Batu Wisata Resource (BWR) kembali tersendat. Seleksi calon direksi yang diharapkan menjadi pintu awal aktivasi badan usaha milik daerah tersebut dipastikan gagal setelah tidak satu pun pelamar dinyatakan memenuhi syarat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengakui hingga kini belum ada perkembangan signifikan pasca gagalnya proses rekrutmen sebelumnya.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyebut pembentukan jajaran direksi menjadi pekerjaan rumah mendesak sebelum BWR benar-benar dapat beroperasi kembali.
“Memang belum ada progres lanjutan terkait rekrutmen direksi maupun penyusunan kepengurusan baru. Tapi ini akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Heli, Sabtu (21/2/2026).
Pemkot menargetkan pembukaan seleksi ulang dapat dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, jika memungkinkan, tahapan rekrutmen kembali dibuka sebelum atau bertepatan dengan Ramadan.
Menurut Heli, kegagalan seleksi sebelumnya terjadi karena standar dan spesifikasi yang ditetapkan cukup ketat. BWR diproyeksikan sebagai entitas bisnis murni yang membutuhkan figur dengan kapasitas manajerial serta pengalaman usaha yang kuat.
“Kriteria yang kami pasang memang tinggi. Kami ingin direksi yang benar-benar kompeten dan mampu membawa BWR menjadi perusahaan yang sehat dan produktif,” tegasnya.
Ia menambahkan, fokus awal Pemkot adalah memastikan posisi direksi terisi terlebih dahulu. Struktur lain, termasuk komisaris, akan disesuaikan setelah jajaran direksi terbentuk.
“Setelah itu baru susunan lainnya bisa menyusul. Pemkot juga membuka peluang bagi masyarakat lokal, khususnya generasi muda Kota Batu, untuk ikut serta dalam seleksi mendatang. Kesempatan itu tetap harus dibarengi dengan pemenuhan kualifikasi yang telah ditentukan,” tuturnya.
Sebelumnya, PT BWR membuka rekrutmen direksi pada 7 November hingga 1 Desember 2025. Dari 16 pelamar yang mendaftar, hanya tiga orang yang lolos tahap administrasi. Namun, ketiganya juga tidak memenuhi standar yang ditetapkan panitia seleksi.
Ketua Panitia Seleksi, Susetya Herawan, menjelaskan mayoritas pelamar gugur karena tidak memenuhi kriteria teknis yang dipersyaratkan.
“Dari 16 pelamar, hanya tiga yang masuk tahap penilaian administrasi. Tetapi ketiganya juga belum memenuhi persyaratan,” ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




