Jejak Sunyi Soekarno di Selecta Kota Batu
Jejak sejarah Soekarno di Taman Rekreasi Selecta Batu terungkap. Dari Villa Bima Shakti hingga Tugu Titik Nol, saksi sunyi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
BATU – Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu menyimpan jejak penting perjalanan batin Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Pada masa genting menjelang kemerdekaan, kawasan pegunungan sejuk ini menjadi ruang kontemplasi yang turut membentuk keputusan besar dalam sejarah bangsa.
Jejak tersebut kini kembali disorot setelah dokumentasi visual dan penelusuran lapangan mengungkap keberadaan Villa Bima Shakti, bangunan bersejarah yang dahulu menjadi tempat Soekarno melakukan retreat pada 1944.

Catatan sejarah menyebutkan, pada 1944 Soekarno berada dalam tekanan kuat dari berbagai pihak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam kondisi batin yang kalut, ia mencari tempat sunyi untuk merenung dan menata pikiran.Soekarno kemudian datang ke Villa Brandarice, milik De Ruyter de Wildt, keturunan Hindia Belanda yang membangun pemandian Selecta. Kehadiran Soekarno kala itu mendapat izin dari Mr. Hashiguchi, perwira militer Jepang yang berwenang atas kawasan Selecta, yang saat itu difungsikan sebagai kawasan kedinasan Jepang.
Meski tak banyak diberitakan media pada masanya, kesaksian lisan dan arsip sejarah menyebutkan bahwa Soekarno menginap dan melakukan retreat di villa tersebut.
Menyusuri Ruang Kontemplasi Bung Karno
Hasil penelusuran tim TIMES Indonesia, Selasa (27/1/2026), menunjukkan kondisi bangunan villa yang masih terawat. Beberapa anak tangga membawa pengunjung ke dalam bangunan, di mana sebuah kamar diyakini pernah digunakan langsung oleh Soekarno.
“Beberapa saksi mata saat itu bung Karno tidur di sini, di kamar ini,” ujar Dino, pemandu wisata dari Mandala Kreatif House sambil menunjuk ke ruangan kamar tersebut.
Di sisi kamar terdapat ruang dengan beberapa meja dan kursi sederhana. Di ruangan inilah, menurut penuturan pemandu, Soekarno mendapatkan ketenangan batin dan ilham penting terkait perjuangan bangsa.
Catatan Sejarah 1955 dan Makna Bima Shakti
Pada kunjungan berikutnya tahun 1955, Soekarno menuliskan pesan yang kini diabadikan dalam arsip resmi Selecta. Pesan tersebut berbunyi:
“Kenang-kenangan kepada Selecta tetap hidup dalam ingatan saja. Bukan sadja karena tamasja jang indah, tetapi djuga karena di Selecta itu beberapa putusan penting mengenai perdjoeangan negara telah saja ambil.”
Pesan itu ditulis dengan menghadap ke Pegunungan Kawi, gunung yang disakralkan dalam tradisi Jawa.
Dalam periode tersebut, Soekarno juga mengganti nama Villa Brandarice menjadi Villa Bima Shakti. Penamaan ini merujuk pada kisah Bima dalam epos Nawa Ruci, yang menggambarkan pencarian hakikat kebenaran sejati. Soekarno memaknai dirinya berada dalam posisi Bima, manusia yang diuji untuk menemukan jati diri dan kebenaran. Sang Proklamator mendapatkan pelajaran bahwa bagaimana seorang manusia bisa menjadi manusia sejati.

Tugu Titik Nol Selecta: Simbol “Kelahiran Kembali”
Tak hanya mengganti nama villa, Soekarno juga mendirikan Tugu Titik Nol Selecta di sisi barat bangunan villa, menghadap Pegunungan Kawi.
‘Karena Soekarno retreat disini, akhirnya ia mendirikan tugu titik 0 ini, sebagai pengingat,” ujar Asep, pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Kota Batu.
Tugu tersebut kini menjadi penanda simbolik bahwa Selecta bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang spiritual dan historis bagi perjalanan bangsa.
Pesan Bung Hatta di Selecta
Selain Soekarno, Mohammad Hatta juga meninggalkan jejak sejarah di Selecta. Pada 1956, Bung Hatta menuliskan pesan yang menekankan pentingnya kemandirian dan gotong royong masyarakat Desa Tulungrejo dalam membangun kawasan wisata tersebut.
“Bangunlah Selecta ini berangsur-angsur dengan tenaga sendiri dan didapat-dapatnya dengan hasil pendapatan sendiri sehingga dapat ia dibanggakan sebagai suatu pembangunan nasional jang berkembang terus,” demikian catatan di Arsip Selecta pada 1956.
Cerita sejarah yang kental dan sarat akan nilai perjuangan bangsa ini memperkuat bukti bahwa eksistensi Selecta yang berada di Kota Batu, bagi perjalanan bangsa Indonesia. Villa Bima Shakti ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Batu.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



