TIMES BATU, BATU – style="text-align:justify">Batu Heritage Walking Tour kembali hadir. Setelah sukses menjelajahi bangunan hotel, gereja, dan kampung warisan kolonial, kali ini wisawatan bakal diajak mengeksplorasi Taman Wisata Selecta yang didirikan oleh warga Belanda.
Acara yang akan digelar esok, Selasa (26/1/2026) itu berlangsung di kawasan Selecta Living Museum, mulai pukul 14.00 WIB. Program tersebut diinisiasi oleh Mandala Kreatif Nusantara bersama jejaring nasional ICNN (Nusantara Living Museum).
Tak sekadar berjalan menyusuri bangunan lama, heritage walking tour itu dirancang untuk mengonversi situs bersejarah yang bersifat statis menjadi museum hidup (living museum). Melalui pendekatan ini, pengunjung diajak merasakan langsung atmosfer perjuangan masa lalu sekaligus memahami konteks sejarah kolonial secara lebih utuh.
Selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit, peserta akan diajak menelusuri bangunan bersejarah di kawasan Selecta dalam tiga fase penting sejarah Indonesia, yakni masa Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga era awal kemerdekaan. Seluruh rangkaian tur akan dipandu oleh pemandu wisata berpengalaman..
“Nanti pengunjung akan diajak berkeliling ke Villa Bima Sakti, aula hotel selecta, hingga bukit lumut,” ujar M. Ikhsan dari Mandala Kreatif Nusantara kepada TIMES Indonesia, Senin (26/1/2026).
Taman bunga dan bianglala wisata Selecta Kota Batu. (FOTO: selectawisata.id)
Selecta sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah ikonik di Kota Batu. Berdiri sejak 1930 pada masa Hindia Belanda, kawasan ini sempat dikelola oleh pemerintahan Jepang sebelum akhirnya kembali ke tangan masyarakat Kota Batu. Pergeseran pengelolaan tersebut menjadikan Selecta sebagai saksi bisu dinamika revolusi dan perjuangan kebangsaan.
Sejumlah catatan sejarah yang kerap diangkat oleh berbagai portal wisata dan budaya nasional menyebutkan bahwa kawasan Selecta bukan hanya tempat rekreasi elite kolonial, tetapi juga ruang lahirnya gagasan-gagasan penting para tokoh bangsa. Nilai historis ini yang kembali dihidupkan melalui walking tour ini.

Batu Walking Tour Heritage ini mendapat dukungan dari Dewan Kesenian Kota Batu, Jelajah Kampung, Batu Creative Hub, serta Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Kota Batu. Kolaborasi lintas komunitas tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kebudayaan dan mengembangkan paket wisata pusaka berkelanjutan di Kota Batu.
Sebelumnya, Batu Heritage Walking Tour digelar perdana pada pekan lalu, 20 Januari 2026. Para peserta diajak menjelajah dengan rute Alun-Alun Kota Batu, Pesanggrahan, hingga Kampung Hendrik. Pa peserta diperkenalkan pada berbagai bangunan peninggalan Hindia Belanda, seperti Hotel Kartika Wijaya, gereja pertama di Kota Batu, serta sejarah awal Ordo Katolik di wilayah tersebut. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |