Pemkot Batu Siapkan Bantuan untuk Perbaikan Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
Pemkot Batu mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana cuaca ekstrem.
BATU – Pemkot Batu mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana cuaca ekstrem.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan rumah dalam bentuk material bangunan dengan nilai berkisar Rp5 juta hingga Rp15 juta per unit.
Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bahan bangunan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga di lapangan.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Batu, Prasetyo Bagus Wicaksono mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan sebelum bantuan disalurkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan pemetaan kerusakan. Bantuan yang kami siapkan berupa material bangunan, bukan uang tunai," ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, besaran bantuan yang diterima warga akan berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan bangunan yang dialami, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih besar.
"Berdasarkan estimasi sementara, nilai bantuan material untuk perbaikan rumah diperkirakan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp15 juta per unit," terangnya.
Jika dihitung secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk penyediaan material diperkirakan mencapai Rp95 juta hingga Rp285 juta.
"Kami masih melakukan perhitungan detail agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan mencukupi kebutuhan perbaikan di lapangan," tambahnya.
Dia menjelaskan, material yang disiapkan meliputi kebutuhan dasar konstruksi seperti semen, batu bata, bata ringan (hebel), hingga pasir.
Selain itu, Disperkim juga menyiapkan material untuk perbaikan atap rumah yang menjadi bagian paling banyak mengalami kerusakan.
"Karena banyak kerusakan terjadi pada atap rumah, kami juga menyiapkan bantuan berupa kayu, galvalum, hingga spandek," jelasnya.
Meski pemerintah menyediakan material bangunan, proses pengerjaan perbaikan rumah tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.
Biaya tenaga kerja atau ongkos tukang diharapkan dapat dipenuhi melalui swadaya masyarakat maupun gotong royong antar warga.
"Kami sangat berharap masyarakat sekitar bisa membantu proses perbaikan secara gotong royong agar pemulihan rumah warga bisa lebih cepat," urainya.
Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Batu, Arief As Siddiq menegaskan bahwa proses pendataan dan penyaluran bantuan akan terus dikawal agar tepat sasaran serta benar-benar membantu warga yang terdampak bencana.
"Kami berharap bantuan material tersebut dapat mempercepat proses pemulihan rumah warga sehingga mereka dapat kembali menempati hunian yang aman dan layak," katanya.
Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko mengatakan angin kencang menerjang permukiman warga, fasilitas umum hingga tempat usaha.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan yang terlepas bahkan ambruk akibat terpaan angin.
"Dari kejadian itu, BPBD Kota Batu mencatat sedikitnya 18 rumah dan bangunan di sembilan desa dan kelurahan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Selain itu, sebanyak 31 pohon dilaporkan tumbang," tuturnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



