Pasar Among Tani Bakal Jadi Pusat Grosir dan UMKM Digital Kota Batu
TIMES Batu/Audensi di rumah dinas membahas Pasar Induk Among Tani. (Foto : Prokopim KWB to TIMES Indonesia)

Pasar Among Tani Bakal Jadi Pusat Grosir dan UMKM Digital Kota Batu

Pemkot Batu menyiapkan langkah revitalisasi Pasar Induk Among Tani. Tidak hanya tempat transaksi dagang, tetapi juga pusat grosir serta etalase produk UMKM berbasis digital.

TIMES Batu,Sabtu 7 Maret 2026, 11:15 WIB
300
G
Galih Rakasiwi

BATUPemkot Batu menyiapkan langkah revitalisasi Pasar Induk Among Tani agar kembali ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Penguatan fungsi pasar diarahkan tidak hanya sebagai tempat transaksi perdagangan, tetapi juga pusat grosir serta etalase produk UMKM berbasis digital.

Upaya tersebut dibahas saat Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto menerima audiensi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, komunitas Arek Enom Pasar, serta perwakilan Batuversity di Rumah Dinas Wali Kota.

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan draft konsep penguatan ekosistem Pasar Among Tani yang dirancang menjadi pusat grosir, ruang promosi produk UMKM, sekaligus ruang ekonomi kreatif yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas perdagangan.

Cak Nur sapaan wali kota, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, pengembangan pasar dengan pendekatan modern dan terintegrasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya tarik pasar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pedagang.

"Konsep digitalisasi dan sistem pengelolaan yang ditawarkan ini baik. Namun harus terintegrasi. Arek Enom Pasar dan Batuversity harus berjalan bersama, tidak sendiri-sendiri," katanya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menegaskan bahwa penataan pasar harus didasarkan pada data yang akurat. Oleh karena itu, pemerintah meminta perangkat daerah segera menyelesaikan pendataan pedagang, termasuk jumlah pedagang aktif, luas lapak, hingga status hunian di kawasan pasar.

"Data pedagang harus jelas. Mulai dari jumlah pedagang, luas lapak hingga status hunian pasar. Dengan data yang riil, proses penataan pasar bisa berjalan lebih transparan dan akuntabel,", ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, meminta agar konsep revitalisasi tersebut tidak berhenti pada perencanaan saja. Ia mendorong agar perangkat daerah segera menyiapkan langkah implementasi yang konkret.

"Perlu disiapkan langkah implementasi yang jelas, termasuk pemetaan anggaran dan simulasi model pengelolaan pasar yang berkelanjutan agar transformasi pasar ini benar-benar berdampak bagi pedagang dan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, komunitas Arek Enom Pasar menyampaikan sejumlah gagasan penguatan fungsi Pasar Among Tani sebagai pusat distribusi barang sekaligus etalase produk UMKM lokal. 

Kemudian, Batuversity menawarkan konsep pengembangan pasar sebagai ruang publik kreatif yang memadukan revitalisasi fisik dengan aktivitas komunitas serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk pedagang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.