Berkat Inovasi SINDEN, Indra Prastowo Juarai Pacitan Innovation Award 2025 Kategori ASN
TIMES Batu/Kepala SMKN 1 Sudimoro, Indra Prastowo usai menerima penghargaan Pacitan Innovation Award 2025.(FOTO: Indra for TIMES Indonesia)

Berkat Inovasi SINDEN, Indra Prastowo Juarai Pacitan Innovation Award 2025 Kategori ASN

inovasi bertajuk SINDEN (Sinema Edukasi Elaborasi Berbasis Kearifan Lokal) adalah pendekatan pendidikan karakter yang disampaikan melalui media film edukasi dengan latar budaya dan realitas sosial masyarakat Pacitan

TIMES Batu,Selasa 9 Desember 2025, 12:51 WIB
234.4K
Y
Yusuf Arifai

PACITANInovasi pendidikan berbasis film dan kearifan lokal mengantarkan Kepala SMKN 1 Sudimoro, Indra Prastowo meraih Juara 1 Pacitan Innovation Award (PIA) 2025 kategori Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penghargaan tersebut diraih lewat inovasi bertajuk SINDEN (Sinema Edukasi Elaborasi Berbasis Kearifan Lokal), sebuah pendekatan pendidikan karakter yang disampaikan melalui media film edukasi dengan latar budaya dan realitas sosial masyarakat Pacitan.

SINDEN dirancang sebagai media pembelajaran yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui narasi visual, inovasi ini mengangkat pesan-pesan sosial seperti anti perundungan (bullying), anti hoaks, anti pelecehan, anti diskriminasi, serta anti tahayul, sekaligus memuat nilai pendidikan lingkungan hidup.

Berbeda dari pola edukasi konvensional, SINDEN tidak menempatkan peserta didik sebagai objek ceramah, melainkan mengajak mereka memahami nilai melalui cerita, tokoh, dan konflik yang akrab dengan lingkungan sekitar. Pendekatan ini dinilai membuat pesan pendidikan lebih mudah diterima, terutama oleh pelajar dan masyarakat umum.

Untuk memperkuat muatan edukatif, SINDEN juga dilengkapi buku pendamping berjudul “Simbah Kedung Sudimoro”. Buku tersebut berfungsi sebagai rujukan pembelajaran kontekstual berbasis seni dan budaya lokal Pacitan. Seluruh karya dalam inovasi SINDEN telah resmi mendapatkan Hak Cipta.

Inovasi ini juga telah melalui tahap diseminasi di berbagai forum, salah satunya di Museum Song Terus Pacitan, yang dihadiri perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Kementerian Kebudayaan. 

article
Pemutaran sinema edukasi di Museum Song Terus Pacitan. (FOTO: Indra for TIMES Indonesia)

Selain itu, diseminasi dilakukan di wilayah Kecamatan Sudimoro dengan melibatkan unsur pemerintah, sekolah, dan tokoh masyarakat.

Indra Prastowo dinilai berhasil menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi penguatan pendidikan karakter berbasis lokal.

Pacitan Innovation Award sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai bentuk apresiasi terhadap inovator yang dinilai mampu menghadirkan solusi kreatif dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.

Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci untuk mendorong kemajuan Pacitan ke depan. “Melalui Pacitan Innovation Award 2025, kita ingin mendorong lahirnya solusi-solusi kreatif yang mampu mengangkat potensi Pacitan,” ujarnya dalam sambutan.

Tahun ini, Pacitan Innovation Award memasuki penyelenggaraan ketiga dengan antusiasme peserta yang terus meningkat. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pacitan Heru Sukresno menyebutkan, total ada 161 inovator dari berbagai latar belakang yang turut ambil bagian.

Menurut Heru, inovasi yang dilombakan terbagi ke dalam enam kategori, yakni perangkat daerah, puskesmas, sekolah/perguruan tinggi, ASN, masyarakat, dan milenial. Dari masing-masing kategori, dewan juri menetapkan 10 nominator untuk kemudian diseleksi menjadi juara 1, 2, 3, serta harapan 1 dan 2.

Pada kategori perangkat daerah, Juara 1 diraih RSUD dr. Darsono, disusul BKPSDM sebagai Juara 2 dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sebagai Juara 3. Untuk kategori puskesmas, Juara 1 diraih Puskesmas Wonokarto, Juara 2 Puskesmas Ngadirojo, dan Juara 3 Puskesmas Tanjungsari.

Sementara di kategori ASN, Indra Prastowo keluar sebagai Juara 1, diikuti Mardiyanto (Juara 2) dan Muhammad Syahrul Munir (Juara 3).

Pada kategori masyarakat, Juara 1 diraih Soge Digital Valley, Juara 2 Gandung Senatama, dan Juara 3 PT Sentana Teknologi Informasi. Sedangkan kategori milenial, Juara 1 diraih Ilham Kheif Ramadhanu, Juara 2 Dani Saputri, dan Juara 3 Intan Hidayatul Ulya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pacitan, Dr Indiyah Nurhayati telah mendorong para kepala sekolah dan guru untuk terus menggali potensi yang dimiliki guna mewujudkan pendidikan yang inklusif. 

Dengan begitu, Inovasi SINDEN diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas, khususnya di sektor pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pacitan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kota Batu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kontak Kami

  • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
  • (0341) 563566
  • [email protected]

Berlangganan

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Member Of

Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

SUPPORTED BY

Logo Varnion
© 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.